Selamat datang

Perangko-perangko Revolusi (Indonesia) Cetakan Wina/Austria

perangko revolusi cetakan Wina

Jenis perangko ini dicetak atas pesanan Djawatan PTT (sekarang PT Pos Indonesia) di Wina, Austria, dan sebagian lagi dicetak di Philadelphia, USA. Perangko ini telah melalui beberapa periode perubahan penting dan mendasar di negara kita. Pertama, perubahan ejaan sejak ejaan Suwandi dipergunakan pada tahun 1947, yaitu mengubah ‘Oe’ menjadi ‘U’. Kedua, kembalinya pusat pemerintahan Republik ke Yogyakarta pada tanggal 6 Juli 1949 setelah pada tanggal 19 Desember 1948 presiden, wakil presiden, dan para pemimpin Republik Indonesia diasingkan oleh Belanda ke Brastagi dan Pulau Bangka. Ketiga, Perubahan status negara dari republik menjadi republik Indonesia serikat pada tanggal 27 Desember 1949.

Perubahan-perubahan beruntun dalam periode yang sangat singkat ini membuat perangko-perangko cetakan Wina muncul dalam banyak variasi. Sejauh ini perangko Wina diidentifikasi menjadi 37 tipe. Setelah 27 Desember 1949, tentara Belanda memang telah ditarik dari seluruh wilayah Republik Indonesia kecuali Irian Barat (sekarang Papua), tetapi banyak orang Belanda yang masih bekerja di Indonesia sebagai pimpinan di berbagai instansi/perusahaan negara termasuk PTT. Merekalah yang berusaha menghalangi dipergunakannya perangko-perangko cetakan Wina karena pada perangko tersebut tercantum dengan jelas kata-kata “Repoeblik Indonesia” atau “Republik Indonesia”. Secara politis, orang Belanda lebih menyukai dipergunakannya perangko yang bertuliskan “Indonesia” saja (tanpa republik atau republik Indonesia serikat). Alasannya adalah karena status Indonesia pada waktu itu adalah Republik Indonesia Serikat dan sudah ada perangko-perangko yang dibuat sesuai status tersebut.


referensi: KPI 2001

kategori: Indonesia

keren prangkonya ..!

tolonh dong alamat orang yang bergabung fpi

tolong dong minta alamat orang yang bergabung di FPI

Tulis Pesan Anda

(wajib)

(wajib)



Kami dapat mengirimkan post terbaru dari situs kami ke inbox anda, silahkan masukkan alamat email anda disini :

stamp collecting is more than just a hobby